Kamu datang ke apartemen sewa pukul sepuluh pagi, pemilik hanya punya waktu tiga puluh menit, dan ada lima hal yang ingin kamu tanyakan sekaligus. Survei yang buru-buru biasanya berakhir dengan kompromi: kamu menyetujui unit yang belum kamu periksa dengan tenang. Urutan pemeriksaan yang jelas membuat kamu bisa memeriksa semuanya dalam waktu terbatas tanpa perlu kembali ke lokasi.
Siapkan daftar periksa cara survei apartemen sewa sebelum berangkat
Buat catatan di ponsel sehari sebelumnya. Tulis lima hal yang paling memengaruhi kenyamananmu, misalnya tekanan air, arah matahari pagi, suara dari koridor, sinyal seluler, dan jarak ke transportasi. Daftar ini mencegah kamu larut mengobrol dengan pemilik dan lupa memeriksa hal yang paling kamu butuhkan.
Bawa juga alat sederhana: penggaris lipat atau meteran kain untuk mengukur lemari dan kasur, power bank untuk mengisi daya ponsel saat menguji stopkontak, serta senter kecil dari ponsel untuk melihat sudut lemari dan kolong wastafel. Kalau kamu berencana mengisi unit dengan perabot sendiri, ukur pintu masuk dan lebar lift. Sofa yang tidak muat melewati pintu adalah masalah yang baru ketahuan setelah kamu membayar uang muka.
Mulai dari luar unit
Sebelum masuk, berdirilah di koridor selama satu menit dan dengarkan. Suara langkah kaki, pintu yang dibanting, atau suara mesin di dekat pintu akan kamu dengar setiap hari. Perhatikan juga posisi unit terhadap lift, tangga darurat, dan saluran sampah. Unit yang bersebelahan langsung dengan shaft sampah biasanya lebih berisik dan berbau, terutama pada jam sibuk.
Lihat arah jendela. Jendela yang menghadap barat menerima panas sore, sehingga beban pendingin ruangan lebih besar. Kalau unit berada di lantai rendah dan menghadap jalan, tanyakan apakah ada pohon atau penghalang lain di depan jendela. Untuk pertimbangan lantai secara lebih menyeluruh, kamu bisa membaca panduan memilih lantai apartemen sewa sebelum menyusun jadwal survei.
Periksa air, listrik, dan sinyal di dalam unit
Buka keran wastafel dan pancuran bersamaan, lalu nyalakan flush toilet. Tekanan air yang turun drastis saat dua keran terbuka menunjukkan masalah pasokan yang akan kamu rasakan setiap pagi. Cek juga warna air di ember atau gelas plastik, dan perhatikan apakah ada bercak karat di sekitar kran. Rincian pemeriksaan kamar mandi bisa kamu ikuti lewat daftar hal yang wajib dicek di kamar mandi apartemen sewa.
Colok pengisi daya ponsel ke setiap stopkontak yang terlihat, termasuk yang ada di dapur dan kamar tidur. Hidupkan semua lampu dan kipas angin sebentar untuk memastikan tidak ada yang mati atau berkedip. Sambil memegang ponsel, cek kekuatan sinyal di kamar tidur dan kamar mandi, dua ruang yang paling sering menjadi titik lemah. Kalau kamu bekerja dari rumah, uji juga koneksi internet bawaan gedung jika tersedia.
Uji suara, cahaya, dan sirkulasi udara
Minta izin menutup pintu dan jendela selama beberapa detik. Diam di dalam ruangan dan dengarkan. Kalau kamu masih mendengar suara dari luar dengan jelas, dinding dan kusen jendela di unit itu tipis. Perhatikan juga apakah ada ventilasi di kamar mandi dan dapur. Ruangan tanpa jalur udara keluar cenderung lembap, dan kelembapan yang menetap meninggalkan bercak pada cat serta memicu jamur di sela keramik.
Nyalakan lampu di siang hari untuk melihat apakah ruangan cukup terang tanpa bantuan lampu. Buka lemari pakaian dan cium baunya. Bau apek di lemari biasanya berasal dari dinding yang lembap, bukan dari pakaian penghuni sebelumnya.
Catat kondisi fisik dan dokumentasikan
Foto setiap goresan, retak, noda, dan perabot yang sudah rusak. Ambil gambar dengan pencahayaan cukup, lalu tandai tanggalnya. Minta pemilik menandatangani daftar kondisi unit atau setidaknya mengonfirmasi lewat pesan tertulis. Dokumentasi ini melindungimu saat mengakhiri sewa, karena kerusakan lama tidak bisa dibebankan ke depositmu.
- Periksa engsel pintu, kunci, dan grendel. Pastikan kunci bisa diputar tanpa macet.
- Buka-tutup semua jendela dan pintu geser untuk menguji relnya.
- Perhatikan sudut langit-langit dan dinding dekat kamar mandi untuk bercak air.
- Cek kondisi kasur, sofa, dan lemari jika unit sudah berperabot.
- Hitung jumlah stopkontak di setiap ruangan dan posisinya terhadap furnitur.
Kalau unit masih kosong, kamu bisa memakai daftar barang yang harus ada di apartemen sewa sebelum pindah untuk memastikan apa yang disediakan pemilik dan apa yang perlu kamu beli sendiri.
Tanyakan biaya di luar sewa
Harga sewa bulanan jarang menjadi satu-satunya pengeluaran. Tanyakan secara rinci: berapa iuran pengelolaan, apakah sudah termasuk dalam sewa, berapa tarif listrik dan air, bagaimana sistem pembayarannya, serta apakah ada biaya parkir tambahan untuk kendaraan kedua. Tanyakan juga siapa yang menanggung perbaikan jika AC rusak atau pompa air mati.
Beberapa pengelola menerapkan biaya kebersihan atau keamanan terpisah. Semua angka ini sebaiknya kamu catat dalam satu tabel sederhana agar bisa dibandingkan dengan unit lain. Saat membandingkan beberapa pilihan sekaligus, gunakan panduan langkah demi langkah membandingkan apartemen baru untuk menyusun kriteria penilaian yang sama di setiap unit.
Baca perjanjian sebelum menandatangani apa pun
Minta salinan perjanjian untuk dibaca di rumah, bukan di lobi dengan pemilik menunggu. Perhatikan pasal tentang jangka waktu, perpanjangan, kenaikan harga, pengembalian deposit, dan aturan pengakhiran sewa lebih awal. Kalau ada pasal yang tidak jelas, tuliskan pertanyaanmu dan kirim lewat pesan agar ada jejak tertulis.
Sebelum menyerahkan uang muka, pastikan identitas pemilik atau pengelola sesuai dengan nama di perjanjian, dan minta kuitansi resmi untuk setiap pembayaran. Jangan mentransfer ke rekening pribadi yang namanya berbeda dari pihak di perjanjian.
Survei yang rapi berarti memeriksa hal yang tepat dengan urutan yang tidak membuatmu kehabisan waktu. Mulai dari lingkungan di luar unit, lanjutkan ke air dan listrik, uji suara dan cahaya, dokumentasikan kondisi, lalu tutup dengan biaya dan perjanjian. Satu jam survei yang terstruktur lebih berguna daripada tiga kali kunjungan ulang yang tidak perlu.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa lama waktu ideal untuk survei satu unit apartemen?
Sekitar empat puluh lima menit sampai satu jam sudah cukup jika kamu membawa daftar periksa. Sebagian besar waktu biasanya habis untuk menguji air, listrik, dan membaca rincian biaya tambahan. Kalau pemilik hanya memberi waktu lima belas menit, bagi pemeriksaan menjadi dua sesi atau minta jadwal lain.
Apakah boleh meminta uji coba menginap sebelum menyewa?
Sebagian pengelola menyediakan masa sewa singkat atau unit contoh untuk dicoba. Kalau tidak tersedia, minta izin datang lagi pada jam berbeda, misalnya pagi hari kerja saat penghuni berangkat dan malam hari saat gedung ramai. Dua kunjungan singkat biasanya cukup untuk menilai tingkat kebisingan.
Apa yang harus dilakukan jika menemukan kerusakan saat survei?
Catat dan foto kerusakannya, lalu tanyakan apakah pemilik akan memperbaikinya sebelum kamu pindah. Minta kesepakatan itu tertulis di perjanjian atau lewat pesan. Jika perbaikan tidak dikerjakan sampai hari serah terima, dokumentasikan lagi kondisi saat itu agar tidak dianggap sebagai kerusakan yang kamu sebabkan.